Sabtu, 23 Januari 2016

Persahabatan. Sebagian perjalanan hal penting dalam hidup :)

Assalamualaikum Wr. Wb.




Sahabat? Tau dong ya sahabat itu apa, siapa, dan bagaimana. Kalau menurut saya sendiri, sahabat adalah teman yang paling dekat dengan kita. Ingat ya, bedakan antara sahabat dengan teman hehe. Seorang teman belum tentu seorang sahabat. Tapi, seorang sahabat sudah pasti seorang teman.

Sahabat itu pasti tau sebagian dari privasi kita ya ga sih? Bisa dibilang itu, keluarga kedua. Kalau ada apa apa, mungkin salah satu pemikiran alternatif nya adalah cerita atau curhat ke sahabat. Bener apa bener? Hehehe. Yaa walaupun hanya dalam keadaan hal sepele sekalipun, terkadang hal sepele itu yang malah menjadi topik obrolan kita ke sahabat kita. Biasa nya si seperti itu hehe.

Memilih seorang sahabat itu menurut saya pribadi bukan lah hal yang mudah ya, kita harus pintar dalam menyeleksi siapa siapa saja. Apalagi di era globalisasi ini, haduh sudah deh, "apa yang kalian terima, kalian telan itu mentah mentah". Rata-rata orang pada zaman sekarang itu seperti itu. Beruntung sekali orang-orang yang mempunyai pemikiran modern tapi tetap berpegang teguh pada prinsip. Dia bisa mengikuti, tapi tidak terpengaruh. Hebat tuh! Otomatis dia tidak akan menelan secara mentah mentah. Pasti akan di masak dahulu dengan takaran yang pas.

Nah menurut saya memilih sahabat itu juga seperti itu. Bahkan dalam islam pun sudah sangat jelas dijelaskan tentang persahabatan. 

Imam syafi'i berkata

“Jika engkau punya teman - yg selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”

Sedikit banyak sudah dijelaskan dalam hadist tersebut bahwa mencari teman atau sahabat itu harus benar benar selektif.

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

 Dan jika kalian sudah mendapatkan teman dan sahabat yang baik dalam segi akhlak, dsb, pegang itu erat-erat. Jangan deh sekali kali kalian mencari cari perselisihan kepada sahabat kalian. Karena begini, orang itu kan diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Pasti pula memiliki kepribadiannya masing-masing. Misalkan nih ya, mungkin maksud kita bercanda gurau saja. Tapi kalau sahabat kita menganggap itu serius, apalagi dengan pembawaan kita yang juga serius, itu hati-hati loh ya. Bisa jadi itu membuat sahabat kita sakit hati. Walaupun sudah minta maaf ya apa boleh buat, lain di mulut lain di hati hehe.
Lalu bagaimana? Sebenarnya dalam suatu hubungan entah itu hubungan kakak adik, suami istri, bahkan dalam persahabatan sekalipun pasti akan mengalami yang namanya permasalahan. Baik hanya sekedar perdebatan biasa atau saling berbeda pendapat. Nah dalam situasi seperti itu, feeling persahabatan kita di uji tuh. Saling melengkapi dan saling mengerti saja sih. Yaa dalam bersahabat akan ada beberapa yang pasti memiliki sifat paling dewasa antar sesama. Bisa saja ketika ada masalah atau perselisihan beda pendapat, ya yang paling dewasa itu bisa lah mengalah. Dalam artian, mengalah untuk memberikan kesempatan kepada si sahabat nya itu untuk mengemukakan pendapat nya. Untuk hal sepele contohnya, jangan memotong pembicaraan. Dari hal hal seperti itu sebenernya sudah menunjukkan sikap dewasa loh. Percaya deh, nanti akan ada saat nya yang mengalah akan berhasil membuat si sahabat nya itu menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam beberapa aspek. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian bukan? Hehe.


Lalu bagaimana kalau sampai kita tidak bisa sama sama mengatur emosi antar sahabat?

Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Maukah aku tunjukkan pada kalian tentang sesuatu yang derajatnya lebih utama daripada sholat, puasa, sedekah?”
Para sahabat: ‘Mau, wahai Rasulullah!’
Beliau saw: “perbaiki pergaulan, karena rusaknya hubungan baik berarti mencukur, aku tidak mengatakan mencukur rambut, tapi mencukur AGAMA”
(HR At-Tirmidzi)

Naudzubillahimindzalik. Jangan sampai seperti itu yaa. Kalau ada masalah, bisa dibicarakan baik baik ya. Saya pun sempat beberapa kali tidak bisa mengatur emosi. Ya namanya manusia kadang khilaf. Dan memang benar, segala sesuatu yang kita kerjakan atas dasar emosi, hasil nya tidak akan baik. Sebisa mungkin jangan sampai pakai nada nada tinggi.


Tentunya kalian yang bersahabat pasti nya memiliki rasa saling sayang dan saling mencintai dalam arti lingkup persaudaraan. Bener kan? Hehe.

“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku.”
(HR. Muslim)


Bahkan terkadang tidak sedikit sahabat yang rela berkorban demi sahabat nya. Yang tua mengayomi, yang muda belajar. Bisa belajar jadi lebih dewasa, jadi lebih rajin, dsb. Contohnya, kita nanya PR. Alhasil jadi belajar bareng deh. Keren kan kalo persahabatan di isi dengan hal hal positif :) yang pasti di jalan Allah SWT. Subhanallah..


Namun terkadang tidak sedikit orang yang bersahabat dengan mudarat. Mereka bersahabat bukan karena allah. Bukan karena hal hal positif. Bukan karena sama sama ingin menjadi lebih baik. Mereka terkadang bersahabat hanya untuk menuruti hawa nafsu semata. Contohnya, mereka ingin berbuat maksiat. Seperti <maaf> mereka ingin berhura hura dalam pergaulan malam, jelas pasti mereka mencari teman. Atau ketika mereka sudah sampai di tempat tersebut. Pasti lah akan menemui teman. Teman, teman, teman, sering bareng, lama lama menjadi sahabat. Hey ingat "lebih baik sendiri dalam jalan yang benar daripada berbondong-bondong ke jalan yang salah"

Mungkin mereka nampak berbahagia ketika menjalin persahabatan. Tapi di akhirat nanti mereka akan saling bermusuhan,bercakaran dan salah-menyalahi antara satu sama lain.”Sia-sia aku berteman dengan kamu.”,”celaka hidup aku karena bersahabat dengan kamu.”,”Karena berteman dengan kamu,aku dibawa ke neraka ini!”.

Allah gambarkan suasana itu dalam firman-Nya :
“….dan sahabat-sahabat(karib di dunia dahulu) pada hari itu(hari akhirat) saling bermusuhan antara satu samalain melainkan orang-orang yang bertaqwa.”(Az-Zukhruf: 67)


Haduh naudzubillahimindzalik. Harus pintar pintar mencari sahabat yaa. Lalu bagaimana cara kita menyikapi nya jika bertemu teman yang kurang baik? Kalau menurut saya, jangan jauhi dia. Cukup jaga jarak. Dan harus selalu ramah terhadap siapapun :)

“Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.”
(HR. Muslim dan Tirmidzi).

Kita boleh kan berteman terhadap siapapun. Asal kita bisa menyaring kembali apa apa saja yang dihasilkan dari suatu pertemanan itu. Kalau dirasa dia itu kurang baik, yaa berteman dari sisi lain saja. Setiap orang kan memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing masing. Pasti lah akan selalu ada sisi baik dari dia. Lebih bagus jika kita yang menjadi role model nya. Kita yang menjadikan dia untuk bisa jauh lebih baik lagi. Bukan kita yang terpengaruh, tapi kita yang mempengaruhi. Mempengaruhi dalam hal hal positif. Perlahan ajak dia ke jalan yang benar. Beritahu pelan pelan bahwa ini salah. Bermanfaat bukan :)

 Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu'minmu, karena mereka memiliki Syafa'at pd hari kiamat”.

Subhanallah. Mendapat syafa'at loh. Ternyata bersahabat itu memiliki banyak manfaat baik di dunia dan di akhirat. Beruntung nya kalian yang mempunyai sahabat sejati. Sahabat sejati itu yang seperti apa sih? Dia yang mempunyai akhlak bagus dan ilmu agama (mutadayyin). 



Saya juga punya beraneka ragam teman kok. Setiap orang yang dekat dengan saya, jujur orang tersebut saya telusuri diam-diam hehehe. Jadi yaa sedikit banyak nya saya tahu sifat sifat dari masing masing teman tersebut. Nah kalau sahabat? Jujur saja saya hanya bercerita tentang hal-hal apapun kepada satu teman saja. Nah beliau lah yang saya anggap sahabat :)


Berapa orang temanmu kar? Semua adalah teman bagi saya.
Berapa orang sahabatmu kar? Bisa dihitung kok. Hanya beberapa :)


Oke sekian dari saya yaa. Terimakasih banyak yang sudah mau menyempatkan membaca hehe. Artikel ini saya perjelas dari beberapa sumber. Beberapa hadist dan firman Allah saya kutip. Terima kasih banyak cahayapurnama.com dan najahijab.tumblr.com :))



Sekali lagi terimakasih. Selamat bersahabat kawan!
Wassalamualaikum Wr. Wb.