Assalamualaikum Wr. Wb.
Semuanya pasti pernah ngerasain yang namanya nervous, deg-degan, gak yakin. Apalagi pas kita mau tampil di depan umum. Itu jantung udah deg-degan banget tuhh pasti. Tapi apa sih yang bikin biar gak nervous plus biar gak deg-degan? Intinya percaya diri. Kita harus yakin kalo sesuatu yang kita lakukan atau yg kita tunjukkan itu benar adanya. Kita ambil contoh orang yang mau pidato di acara penting dan banyak pengunjung nya. Itu orang yang udah biasa tampil di depan aja, kadang masih ngerasain nervous lohh. Apalagi yang gak sama sekali punya pengalaman tampil di depan banyak orang, wahh itu dipikiran mereka mungkin "gila jantung gue mau copot nihh". Saya punya sedikit tips biar gak terlalu deg-degan pas tampil di depan umum dan banyak orang. Tips yang saya kasih, itu beneran bermanfaat pada saat saya tampil di depan banyak orang. Insya Allah bermanfaat juga buat yang membutuhkan :)
1) Banyak minta kelancaran pada Allah Swt.
Semua yang kita lakuin di dunia ini, atas kehendak allah bukan :). Jadi sebisa mungkin, kalo mau tampil di depan umum begitu, banyak banyakin minta kelancaran sama allah deh. Sholat nya yg tadinya seleboran :v lebih di khusyuk'in lagi. Trus setelah sholat, minta deh tuh kelancaran sama allah. INGAT! harus yang khusyuk! Minta nya jangan main-main. Nanti kalian sendiri kok yang merasakan hasil nya jika doa kalian itu khusyuk.
2) Kalau pada saat tampil di depan mengharuskan menghafal, sebisa mungkin jangan terlalu terpatok pada hafalan.
Pada saat saya tampil di depan, jujur saya hanya membaca nya, selebihnya saya improv sendiri. Intinya, kalian harus tau pokok nya saja deh. Tapi INGAT! kalau memang acara nya itu acara resmi dan mengharuskan sama seperti di hafalan nya. Ya kalian optimalkan ya :) jangan nanti pas pembacaan nama gelar, jadi salah deh.
3) Jangan beranggapan bahwa penonton tidak akan suka dengan apa yang kita tunjukkan.
Ini yang paling paling paling gak boleh di lakuin nihh. Ini sih sama aja kalah sebelum berperang. Pasti lah setiap yang mau tampil ke depan banyak orang pasti khawatir, "wahh ini nanti bener gak yahh" "aduh nanti pada suka gak yahh" "nanti pada merhatiin gak yahh. Ntar dikacangin lagi".
Itu tidak boleh!! Kalian harus optimis bahwa apa yang kalian tunjukkan, itu akan dinikmati dan dihargai oleh semua orang. Optimis aja sih "insya allah mereka pada ngehargain penampilan ku" gitu kan enak. INGAT! ucapan adalah doa. Jadi doa nya yang baik-baik aja ya.
4) Sebelum maju ke depan, tenangkan diri sendiri dulu.
Kalau memang pada saat detik-detik pas kalian mau tampil ke depan trus rasa nya tuh deg-degan banget. Saya sarankan jangan langsung maju kedepan. Itu bagi sebagian orang malah akan membuat panik dan demam panggung. Karena mental mereka belum 100% siap tapi udah di adu. Kalau memang begitu, atur nafas dahulu, rasa deg-degan nya memang tidak akan hilang 100%, tapi setidaknya kalian sudah merasa tenang.
5) Jangan memandang derajat orang yang menonton/melihat kita itu derajat nya lebih tinggi.
Jadi gini, derajat nya lebih tinggi itu dalam artian misalkan kalian itu adek kelas, trus tampil di depan banyak kakak kelas. Nahh sebisa mungkin jangan terlalu memikirkan derajat mereka sebagai kakak kelas. Karena hal ini bisa membuat kalian tambah nervous. Anggap saja kalian sedang ngobrol seperti biasa nya sama temen - temen sebaya kalian. Tapi INGAT! harus tetap memperhatikan penggunaan bahasa kalian. Apalagi kalau tampil nya di acara resmi. Mentang-mentang nganggep nya ngobrol sama temen, ngomong nya jadi elu gua. Kan ga lucu yaa...
6) Ucapkan basmallah dan doa ketika sudah ingin tampil ke depan.
Ini sangat sangat penting. Sebenernya bukan untuk pada saat tampil di depan saja, setiap apa yang kita lakukan, sebelum nya ucapkan basmallah dulu. Udah pada tau kan ucapan basmallah itu bagaimana? ya masa gatau sihh :v "bismillahirrahmannirrahim". Dan tambahkan doa ini "ALLAHUMMA YASSIR WALA TU'ASSIR" yang artinya "ya allah permudahkan lah. Jangan dipersulitkan".
7) Pada saat sudah di depan, jangan kebanyakan mikirin yang lain. Fokus ke acara tersebut saja dahulu.
Jangan nanti pas udah di depan, trus malah kepikiran sama mantan lagi :v. Itu akan merusak konsentrasi.
8) Pada saat sudah di depan, jangan kebanyakan menatap mata penonton.
Beneran deh, jangan kebanyakan ngeliatin nya mata nya penonton terus. Itu bisa seketika merubah pemikiran kita tentang tanggapan penonton. Mending pas ngeliat mata nya, ekspresi mereka sedang senyum. Nahh kalau ekspresi nya sedang muka datar, itu nanti malah kita beranggapan "yahh gak suka nihh sama aku". Jangan ya. Tapi INGAT! jangan mentang-mentang gak boleh kebanyakan ngeliat mata nya terus pandangan nya malah gak ke penonton. Jangan ya. Kita harus tetep pandangan menyeluruh. Sebenarnya melihat mata penonton itu sah-sah saja. Tapi kalau memang kalian tahu bahwa kalian itu tipe orang yang cepat panik, saya sarankan jangan kebanyakan ngeliat nya. Sekali dua kali tiga kali boleh lahh.
9) Ucapkan hamdallah ketika sudah selesai.
Ini juga penting. Jangan mentang-mentang sudah selesai dengan lancar. Trus kalian merasa sombong. Ga boleh yaa. Harus tetap rendah hati apalagi sama allah. Ucapkan rasa terima kasih kalian. Setidak nya ucapkan ALHAMDULILLAH.
Nahh itu tadi beberapa tips-tips yang Insya Allah bermanfaat. Lohh kenapa cuman 9? Tanggung amat. Gapapa dong sembilan. Kan Allah menyukai angka ganjil ^^
Sudah yaa. Sekian dari saya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Tujuan utama bukanlah berusaha selalu menjadi lebih baik dari orang lain. Tapi berusalah selalu menjadi lebih baik dari diri kamu yang kemarin.
Rabu, 10 Juni 2015
Senin, 08 Juni 2015
Belajarlah saling mengerti dalam keluarga
Assalamualaikum Wr. Wb.
Seperti yang sudah disebutkan di judul, maka sudah tidak perlu lagi saya jelaskan maksud dari postingan ini. Langsung saja yaa...
Apa sih keluarga itu?
Pada dasarnya keluarga itu terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Dan kepala keluarga nya adalah ayah.
Tentunya peran keluarga bukan sekedar sebagai orang yang memiliki ikatan/hubungan darah saja. Tapi keluarga lebih dari itu, yaitu sebagai tempat untuk saling menyayangi, mengasihi, dan saling berbagi. Keluarga bisa menjadi obat, bahkan bisa pula menjadi racun.
Obat, yup...
Keluarga bisa menjadi obat dikala kita sedih, kita galau, bahkan disaat seluruh dunia menolak mu, keluarga bisa menjadi satu-satunya obat yang memberikan penawar dari segala kesedihan, kegalauan, dan kekecewaan mu atas perlakuan seluruh dunia yang menolakmu.
Bayangkan jika kalian sedang sedih lalu tidak ada yang bisa untuk berbagi kesedihan kalian, hanya keluarga yang bisa menampung semua itu. Bayangkan jika kalian sedang galau, contohnya saja sedang putus dengan pacar, coba renungkan, sebaik-baik nya pacar kalian, pasti nanti akan pergi meninggalkan kalian juga. Bulshit jika pacar kalian menerima segala kekurangan dan kelebihan kalian. Kembali lagi ke keluarga, hanya keluarga yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan kalian. Apalagi seorang ibu, ibu yang melahirkan dan mendidik kita. Bertaruh nyawa demi nyawa kita. Mati-matian mendidik kita. Dari kita hanya bisa menangis dan menangis, perlahan bisa berbicara, merangkak, berjalan, berfikir jernih. Tidak kah sosok seorang ibu sudah lebih dari cukup? Untuk apa mencari pacar :). Dan bayangkan ketika seluruh dunia menolak mu. Tidak ada satu pun yang mau menerima kehadiranmu. Tidak ada satu pun yang mau menemani kehidupan mu. Tapi keluarga mau menerima kehadiran mu. Keluarga mau menemani kehidupan mu. Bahkan seorang sepasang suami istri yang baru menikah, sangat menginginkan kehadiran seorang anak, sangat mengingikan sosok anak untuk menemani kehidupan mereka. Bayangkan :)
Racun? Apakah mungkin sosok keluarga yang jelas-jelas berperan sangat penting untuk kehidupan kita malah menjadi racun untuk kita? Mungkin saja :)
Apakah kalian pernah mendengar istilah "anak broken home" ?
Anak itu ibarat kertas putih. jika mereka dilukiskan gambar-gambar yang indah, maka mereka pun akan menjadi sangat indah. Kehidupan mereka akan penuh dengan warna-warna kebahagiaan. Tapi bila kertas putih itu dengan mudah nya dengan seenaknya di nodai dengan gambar-gambar yang tidak baik, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi orang yang tidak baik. Intinya, menjadi racun atau tidak, itu sesuai dengan cara mendidik nya. Kembali ke istilah "anak broken home", pada umumnya istilah tersebut terlontar kan untuk anak yang memiliki orang tua yang hubungan nya tidak akur, bahkan sudah berpisah. Saya sempat bingung, untuk apa dua orang menikah, menjalin hubungan, jika akhirnya mereka memilih untuk bercerai, dan memutuskan hubungan? Apalagi ketika semua itu terjadi ketika sudah memilik anak. Apakah tidak berfikir panjang apa dampak untuk si anak itu? Dari yang sudah-sudah, kebanyakan anak broken home pada akhirnya akan berutal, mereka akan selalu menunjukkan kekecewaan mereka atas orang tua mereka dengan selalu merugikan sekitarnya. Contoh nya, menjadi pemabuk, pecandu, dll. Tapi tidak sedikit pula anak broken home itu malah menjadi orang yang sukses. Mereka belajar dari kisah mereka, mereka belajar bahwa hidup tak selama nya indah. Indah atau tidak, tergantung bagaimana cara kita menyikapi nya bukan? :). Dan pada akhirnya mereka berusaha untuk mengesampingkan kisah buruk mereka sebagai anak broken home dengan mencetak kesuksesan :) subhanallah...
Istilah broken home itu pada dasar nya karena terjadi miss communication antar keluarga. Jadi sebagai pelajaran, jika ada sesuatu, tolong dibicarakan baik - baik dengan keluarga kalian. Jangan sampai semua itu menjadi sesuatu yang tidak baik ujung nya. Seperti perceraian contohnya. cobalah untuk saling mengerti satu sama lain. Kalian itu KELUARGA, jangan sampai fungsi keluarga yang seharusnya menjadi obat, malah menjadi racun.
Untung nya saya mengenyam pendidikan di sekolah islam, perlahan saya mengerti, hidup itu bukan tentang siapa dengan siapa, apa dan bagaimana, tapi tentang cara kita menyikapinya. Jika kita menyikapi bahwa hidup itu kelam, rusak gak karuan, aneh, dan sebagainya, maka jangan harap pandangan hidup kalian akan menjadi baik. Tapi jika kalian menyikapi bahwa hidup yang kalian jalani itu baik, bahagia, enjoy, senang, tak peduli seberapa banyak masalah yang datang, hidup kalian pasti akan selalu tenang dan nyaman. Karena pada dasarnya, Allah tidak akan memberi cobaan pada hamba nya di luar batas kemampuan hambanya :)
Sekali lagi, jangan menghakimi hidup kalian sendiri. Khususnya tentang keluarga. Sedih boleh, tapi jangan berlarut-larut :)
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Seperti yang sudah disebutkan di judul, maka sudah tidak perlu lagi saya jelaskan maksud dari postingan ini. Langsung saja yaa...
Apa sih keluarga itu?
Pada dasarnya keluarga itu terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Dan kepala keluarga nya adalah ayah.
Tentunya peran keluarga bukan sekedar sebagai orang yang memiliki ikatan/hubungan darah saja. Tapi keluarga lebih dari itu, yaitu sebagai tempat untuk saling menyayangi, mengasihi, dan saling berbagi. Keluarga bisa menjadi obat, bahkan bisa pula menjadi racun.
Obat, yup...
Keluarga bisa menjadi obat dikala kita sedih, kita galau, bahkan disaat seluruh dunia menolak mu, keluarga bisa menjadi satu-satunya obat yang memberikan penawar dari segala kesedihan, kegalauan, dan kekecewaan mu atas perlakuan seluruh dunia yang menolakmu.
Bayangkan jika kalian sedang sedih lalu tidak ada yang bisa untuk berbagi kesedihan kalian, hanya keluarga yang bisa menampung semua itu. Bayangkan jika kalian sedang galau, contohnya saja sedang putus dengan pacar, coba renungkan, sebaik-baik nya pacar kalian, pasti nanti akan pergi meninggalkan kalian juga. Bulshit jika pacar kalian menerima segala kekurangan dan kelebihan kalian. Kembali lagi ke keluarga, hanya keluarga yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan kalian. Apalagi seorang ibu, ibu yang melahirkan dan mendidik kita. Bertaruh nyawa demi nyawa kita. Mati-matian mendidik kita. Dari kita hanya bisa menangis dan menangis, perlahan bisa berbicara, merangkak, berjalan, berfikir jernih. Tidak kah sosok seorang ibu sudah lebih dari cukup? Untuk apa mencari pacar :). Dan bayangkan ketika seluruh dunia menolak mu. Tidak ada satu pun yang mau menerima kehadiranmu. Tidak ada satu pun yang mau menemani kehidupan mu. Tapi keluarga mau menerima kehadiran mu. Keluarga mau menemani kehidupan mu. Bahkan seorang sepasang suami istri yang baru menikah, sangat menginginkan kehadiran seorang anak, sangat mengingikan sosok anak untuk menemani kehidupan mereka. Bayangkan :)
Racun? Apakah mungkin sosok keluarga yang jelas-jelas berperan sangat penting untuk kehidupan kita malah menjadi racun untuk kita? Mungkin saja :)
Apakah kalian pernah mendengar istilah "anak broken home" ?
Anak itu ibarat kertas putih. jika mereka dilukiskan gambar-gambar yang indah, maka mereka pun akan menjadi sangat indah. Kehidupan mereka akan penuh dengan warna-warna kebahagiaan. Tapi bila kertas putih itu dengan mudah nya dengan seenaknya di nodai dengan gambar-gambar yang tidak baik, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi orang yang tidak baik. Intinya, menjadi racun atau tidak, itu sesuai dengan cara mendidik nya. Kembali ke istilah "anak broken home", pada umumnya istilah tersebut terlontar kan untuk anak yang memiliki orang tua yang hubungan nya tidak akur, bahkan sudah berpisah. Saya sempat bingung, untuk apa dua orang menikah, menjalin hubungan, jika akhirnya mereka memilih untuk bercerai, dan memutuskan hubungan? Apalagi ketika semua itu terjadi ketika sudah memilik anak. Apakah tidak berfikir panjang apa dampak untuk si anak itu? Dari yang sudah-sudah, kebanyakan anak broken home pada akhirnya akan berutal, mereka akan selalu menunjukkan kekecewaan mereka atas orang tua mereka dengan selalu merugikan sekitarnya. Contoh nya, menjadi pemabuk, pecandu, dll. Tapi tidak sedikit pula anak broken home itu malah menjadi orang yang sukses. Mereka belajar dari kisah mereka, mereka belajar bahwa hidup tak selama nya indah. Indah atau tidak, tergantung bagaimana cara kita menyikapi nya bukan? :). Dan pada akhirnya mereka berusaha untuk mengesampingkan kisah buruk mereka sebagai anak broken home dengan mencetak kesuksesan :) subhanallah...
Istilah broken home itu pada dasar nya karena terjadi miss communication antar keluarga. Jadi sebagai pelajaran, jika ada sesuatu, tolong dibicarakan baik - baik dengan keluarga kalian. Jangan sampai semua itu menjadi sesuatu yang tidak baik ujung nya. Seperti perceraian contohnya. cobalah untuk saling mengerti satu sama lain. Kalian itu KELUARGA, jangan sampai fungsi keluarga yang seharusnya menjadi obat, malah menjadi racun.
Untung nya saya mengenyam pendidikan di sekolah islam, perlahan saya mengerti, hidup itu bukan tentang siapa dengan siapa, apa dan bagaimana, tapi tentang cara kita menyikapinya. Jika kita menyikapi bahwa hidup itu kelam, rusak gak karuan, aneh, dan sebagainya, maka jangan harap pandangan hidup kalian akan menjadi baik. Tapi jika kalian menyikapi bahwa hidup yang kalian jalani itu baik, bahagia, enjoy, senang, tak peduli seberapa banyak masalah yang datang, hidup kalian pasti akan selalu tenang dan nyaman. Karena pada dasarnya, Allah tidak akan memberi cobaan pada hamba nya di luar batas kemampuan hambanya :)
Sekali lagi, jangan menghakimi hidup kalian sendiri. Khususnya tentang keluarga. Sedih boleh, tapi jangan berlarut-larut :)
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Langganan:
Komentar (Atom)