Assalamualaikum Wr. Wb.
Guru? Yap, sebuah kata yang sudah
pasti sangat familiar di telinga kita khususnya pada kalangan pelajar. Guru berperan
andil dalam proses belajar siswa. Karena guru lah yang mendidik para siswa/i
nya di sekolah. Guru pun yang menjadi orang tua para murid di sekolah. Dalam definisi
secara umum, guru ialah orang yang
mengajari kita sesuatu. Seperti contohnya, guru mengaji, yaitu guru yang
mengajari kita tentang hal-hal yang berhubungan dengan mengaji. Contoh lainnya
adalah guru bermusik. Ya pasti seseorang yang mengajari kita tentang hal-hal
yang berhubungan dengan musik seperti, cara bermain alat musik dll.
Jika ada guru pasti lah ada murid
nya. Murid ialah orang yang di
berikan pengajaran tentang sesuatu hal dari seorang guru. Hubungan antara guru
dengan murid juga sangat penting. Kita tidak akan mendapatkan suatu hasil yang
maksimal dari suatu tujuan bila hubungan antara guru dengan murid tidak baik. Kita
ambil sedikit contoh, jika seorang guru musik mengajarkan murid nya bermain
gitar, tetapi cara pengajaran nya itu sambil marah-marah, apakah si murid akan
tanggap dan respect dengan si guru
itu? Tentu tidak. Suatu hal yang dilakukan dengan dasar emosi, hasilnya pasti
tidak akan baik. Otomatis, si murid tersebut tidak akan dengan cepat bisa
bermain gitar. Bahkan tidak akan pernah bisa. Karena cara pengajaran nya yang
salah dan menimbulkan hubungan yang tidak baik antara guru dan murid.
Menjadi seorang guru memang sangat membutuhkan
kesabaran yang ekstra besar. Tak jarang ada banyak kasus penganiayaan guru
terhadap murid nya karena si guru tidak bisa bersabar dalam mendidik
murid-muridnya. Contohnya, ada guru yang tega memukuli si murid karena susah
mengerti atau memahami tentang pelajaran yang diberikan si guru. Bahkan ada
guru yang tega memotong jari si murid. Astaghfirullahaladzim. Ini semua terjadi
karena guru tidak bisa mengatur emosi dan akhirnya mereka berbuat diluar batas.
Tapi jangan beranggapan bahwa guru itu kejam, jahat, sadis, tidak punya hati. Jangan!
Guru itu sebenarnya sangat baik, perhatian, dan penyayang. Hanya memang, faktor
kesabaran dari setiap guru itu berbeda-beda. Kita ambil sisi positifnya. Kita sudah
tahu bahwa menjadi seorang guru itu sangat membutuhkan kesabaran yang besar. Jadi
kita harus menghormati dan selalu sayang pada guru. Apalagi sebagai pelajar, jasa
guru itu sangat berarti. Saya pun seorang pelajar, sebisa mungkin hargai
seorang guru. Tak sedikit murid yang sangat meremehkan guru nya. Contoh paling
sederhana adalah, ketika guru menerangkan, kita sebagai murid malah asik
mengobrol dengan teman. Padahal dari pengalaman saya, berbicara di depan banyak
orang itu harus lebih membesarkan volume agar semua orang di depan kita itu
mendengar dan itu lumayan membuat tenggorokan kering. Itupun saya hanya
beberapa kali. Bayangkan seorang guru setiap hari seperti itu. Dari satu kelas
ke kelas lain, waktu istirahat nya pun tidak terhitung banyak. Dan kita sebagai
murid malah asik dengan dunia nya sendiri. Kita saja kalau ngobrol dengan
teman, lalu tidak di dengarkan, pasti langsung bete, ngambek, bahkan bisa
sampai marah kan. Apalagi seorang guru, yang jelas-jelas memberitahukan sebuah
ilmu. Bermanfaat loh kawan. Kalau obrolan kita itu kan terkadang hanya sekedar
gurauan semata. Tidak di gubris pun tak masalah. Ini ilmu loh. Jadi, hargai kesabaran
seorang guru. Karena kesabaran guru itu mahal harganya.
Kita sedikit menengok ke arah
karir seorang guru. Yang akan saya kutip adalah karir guru-guru dalam negeri
saja. Karena saya tidak tahu keadaan guru-guru di luar negeri, sebab saya tidak
tinggal di luar negeri hehehe. Tapi menurut saya ‘cerita’ karir para guru dalam
negeri dan luar negeri tidak jauh berbeda. Jadi, semoga ini bisa mewakili
semuanya aamiin. Faktor yang paling signifikan apabila membahas tentang karir
seorang guru ialah dari faktor ekonomi.
Ada satu kalimat yang masih sangat saya ingat ketika membahas tentang faktor
ekonomi seorang guru. Isi nya seperti ini : “seorang guru yang bekerja keras
untuk mendidik generasi-generasi muda agar menjadi generasi yang pintar malah
di bayar dengan harga sangat murah. Bahkan para guru di pelosok banyak yang
tidak di gaji sedikitpun. Sedangkan para aktris dan aktor film, dibayar sangat
mahal hingga ratusan juta hanya untuk merusak moral dan akhlak para
generasi-generasi muda kita dengan film-film mereka yang sangat tidak mendidik.
Miris.” Ini yang masih sangat saya ingat. Kalau kita
cerna, kata-kata tersebut ada benarnya. Kenapa orang-orang cenderung lebih
mengidolakan para aktris dan aktor yang jasa nya hanya bisa merusak? Ketimbang para guru-guru yang
sudah jelas mereka sangat berjasa dalam penataan masa depan kita. Para penggaji
pun cenderung lebih mementingkan keuntungan. Mereka pasti lebih menggaji mahal
seorang artis ketimbang guru karena seorang artis bisa memberikan mereka banyak
keuntungan. Sedangkan guru? Menurut mereka yaa tidak ada untungnya. Padahal kalau
bukan karena guru, para penggaji tersebut tidak akan bisa menghitung
keuntungan-keuntungan yang mereka dapat. Karena dasar matematika yang
mengajarkan siapa? Yaa para guru mereka. Ish ish ish. Ingin rasanya saya
mengajukan saran kepada pak presiden untuk mengajukan membentuk undang-undang
tentang keadilan menggaji guru dan para artis penghibur. Jadi intinya, karir
seorang guru masih kalah jauh dengan seorang artis.
Belum lama ini kan kita
memperingati Hari Guru. Yap,
tepatnya pada tanggal 25 November. Moment
ini bisa kita jadikan ajang untuk berbalas budi kepada guru loh. Kalian bisa
kasih sesuatu yang berbeda dari
biasanya kepada guru kita. contohnya kelas saya, kita sepakat untuk membuat kue sendiri. spesial untuk hari guru.
seru kan kalau kayak gini....
kita juga sempat foto-foto bareng looohhhhh.....
Intinya, jika kita berlaku baik, maka hasilnya akan baik. Sebaliknya, jika kita berlaku buruk, hasil yang didapat juga pasti akan buruk. Jadi, berbuat baiklah pada guru mu, Insya Allah akan ada banyak hal baik yang kamu dapatkan. Karena guru adalah PAHLAWAN TANPA TANDA JASA..
Terimakasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.




