Rabu, 02 Desember 2015

Guru itu siapa?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Guru? Yap, sebuah kata yang sudah pasti sangat familiar di telinga kita khususnya pada kalangan pelajar. Guru berperan andil dalam proses belajar siswa. Karena guru lah yang mendidik para siswa/i nya di sekolah. Guru pun yang menjadi orang tua para murid di sekolah. Dalam definisi secara umum, guru ialah orang yang mengajari kita sesuatu. Seperti contohnya, guru mengaji, yaitu guru yang mengajari kita tentang hal-hal yang berhubungan dengan mengaji. Contoh lainnya adalah guru bermusik. Ya pasti seseorang yang mengajari kita tentang hal-hal yang berhubungan dengan musik seperti, cara bermain alat musik dll.

Jika ada guru pasti lah ada murid nya. Murid ialah orang yang di berikan pengajaran tentang sesuatu hal dari seorang guru. Hubungan antara guru dengan murid juga sangat penting. Kita tidak akan mendapatkan suatu hasil yang maksimal dari suatu tujuan bila hubungan antara guru dengan murid tidak baik. Kita ambil sedikit contoh, jika seorang guru musik mengajarkan murid nya bermain gitar, tetapi cara pengajaran nya itu sambil marah-marah, apakah si murid akan tanggap dan respect dengan si guru itu? Tentu tidak. Suatu hal yang dilakukan dengan dasar emosi, hasilnya pasti tidak akan baik. Otomatis, si murid tersebut tidak akan dengan cepat bisa bermain gitar. Bahkan tidak akan pernah bisa. Karena cara pengajaran nya yang salah dan menimbulkan hubungan yang tidak baik antara guru dan murid.

 Menjadi seorang guru memang sangat membutuhkan kesabaran yang ekstra besar. Tak jarang ada banyak kasus penganiayaan guru terhadap murid nya karena si guru tidak bisa bersabar dalam mendidik murid-muridnya. Contohnya, ada guru yang tega memukuli si murid karena susah mengerti atau memahami tentang pelajaran yang diberikan si guru. Bahkan ada guru yang tega memotong jari si murid. Astaghfirullahaladzim. Ini semua terjadi karena guru tidak bisa mengatur emosi dan akhirnya mereka berbuat diluar batas. Tapi jangan beranggapan bahwa guru itu kejam, jahat, sadis, tidak punya hati. Jangan! Guru itu sebenarnya sangat baik, perhatian, dan penyayang. Hanya memang, faktor kesabaran dari setiap guru itu berbeda-beda. Kita ambil sisi positifnya. Kita sudah tahu bahwa menjadi seorang guru itu sangat membutuhkan kesabaran yang besar. Jadi kita harus menghormati dan selalu sayang pada guru. Apalagi sebagai pelajar, jasa guru itu sangat berarti. Saya pun seorang pelajar, sebisa mungkin hargai seorang guru. Tak sedikit murid yang sangat meremehkan guru nya. Contoh paling sederhana adalah, ketika guru menerangkan, kita sebagai murid malah asik mengobrol dengan teman. Padahal dari pengalaman saya, berbicara di depan banyak orang itu harus lebih membesarkan volume agar semua orang di depan kita itu mendengar dan itu lumayan membuat tenggorokan kering. Itupun saya hanya beberapa kali. Bayangkan seorang guru setiap hari seperti itu. Dari satu kelas ke kelas lain, waktu istirahat nya pun tidak terhitung banyak. Dan kita sebagai murid malah asik dengan dunia nya sendiri. Kita saja kalau ngobrol dengan teman, lalu tidak di dengarkan, pasti langsung bete, ngambek, bahkan bisa sampai marah kan. Apalagi seorang guru, yang jelas-jelas memberitahukan sebuah ilmu. Bermanfaat loh kawan. Kalau obrolan kita itu kan terkadang hanya sekedar gurauan semata. Tidak di gubris pun tak masalah. Ini ilmu loh. Jadi, hargai kesabaran seorang guru. Karena kesabaran guru itu mahal harganya.

Kita sedikit menengok ke arah karir seorang guru. Yang akan saya kutip adalah karir guru-guru dalam negeri saja. Karena saya tidak tahu keadaan guru-guru di luar negeri, sebab saya tidak tinggal di luar negeri hehehe. Tapi menurut saya ‘cerita’ karir para guru dalam negeri dan luar negeri tidak jauh berbeda. Jadi, semoga ini bisa mewakili semuanya aamiin. Faktor yang paling signifikan apabila membahas tentang karir seorang guru ialah dari faktor ekonomi. Ada satu kalimat yang masih sangat saya ingat ketika membahas tentang faktor ekonomi seorang guru. Isi nya seperti ini : “seorang guru yang bekerja keras untuk mendidik generasi-generasi muda agar menjadi generasi yang pintar malah di bayar dengan harga sangat murah. Bahkan para guru di pelosok banyak yang tidak di gaji sedikitpun. Sedangkan para aktris dan aktor film, dibayar sangat mahal hingga ratusan juta hanya untuk merusak moral dan akhlak para generasi-generasi muda kita dengan film-film mereka yang sangat tidak mendidik. Miris.”  Ini yang masih sangat saya ingat. Kalau kita cerna, kata-kata tersebut ada benarnya. Kenapa orang-orang cenderung lebih mengidolakan para aktris dan aktor yang jasa nya hanya bisa merusak? Ketimbang para guru-guru yang sudah jelas mereka sangat berjasa dalam penataan masa depan kita. Para penggaji pun cenderung lebih mementingkan keuntungan. Mereka pasti lebih menggaji mahal seorang artis ketimbang guru karena seorang artis bisa memberikan mereka banyak keuntungan. Sedangkan guru? Menurut mereka yaa tidak ada untungnya. Padahal kalau bukan karena guru, para penggaji tersebut tidak akan bisa menghitung keuntungan-keuntungan yang mereka dapat. Karena dasar matematika yang mengajarkan siapa? Yaa para guru mereka. Ish ish ish. Ingin rasanya saya mengajukan saran kepada pak presiden untuk mengajukan membentuk undang-undang tentang keadilan menggaji guru dan para artis penghibur. Jadi intinya, karir seorang guru masih kalah jauh dengan seorang artis.


Belum lama ini kan kita memperingati Hari Guru. Yap, tepatnya pada tanggal 25 November. Moment ini bisa kita jadikan ajang untuk berbalas budi kepada guru loh. Kalian bisa kasih sesuatu yang berbeda dari biasanya kepada guru kita. contohnya kelas saya, kita sepakat untuk membuat kue sendiri. spesial untuk hari guru. 




seru kan kalau kayak gini....


kita juga sempat foto-foto bareng looohhhhh.....





Intinya, jika kita berlaku baik, maka hasilnya akan baik. Sebaliknya, jika kita berlaku buruk, hasil yang didapat juga pasti akan buruk. Jadi, berbuat baiklah pada guru mu, Insya Allah akan ada banyak hal baik yang kamu dapatkan. Karena guru adalah PAHLAWAN TANPA TANDA JASA..


Terimakasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar